Jargon FBR Tangsel Menjadi Juragan Di Kampung Sendiri Era Kekinian, Rutin Santunan Yatim

Sosbud297 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Menjadi Juragan di kampung sendiri di tengah perkembangan zaman, bukanlah hal yang mudah bagi Ormas FBR (Forum Betawi Rempug) khususnya tingkat gardu (kelurahan) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Penguatan kekuasaan organisasi ini pun dilakukan tanpa melupakan kegiatan sosial keagamaan Islam seperti malam Jumat pengajiannya, kemudian tiap bulan melakukan Santunan Yatim.

“Ini sebagai ikhtiar kita, jadi kalau kita berjuang pakai otak capek, kita berjuang pakai otot, lelah juga,” ungkap H Satiyan, Ketua Majelis Rempug FBR, saat memberikan sambutani acara Santunan Yatim yang diselenggarakan Gardu 0285 Sawah Baru Ciputat, Minggu (12/2/2023)

Tapi bagaimana hari ini kita ingin merubah nasib kita dalam berjuang di FBR apa yang menjadi harapan kita, imbuhnya.

Tak dipungkiri pada hari ini FBR sama sama hadir mencari keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan cara menyantuni anak anak yatim.

“Mudah mudahan Allah angkat tuh derajat kita,” harap Satiyan.

Kegiatan sosial keagamaan yang dilakukan Banteng Betawi, julukan FBR G 0285 pimpinan Toni ini mendapat apresiasi dari Hendra Wijaya, salah satu pelaksana Badan Kesbangpol Tangsel yang hadir di lokasi sebagai tamu undangan.

“Kegiatan ini baik ya, karena pahala menyantuni anak yatim ini sangat tinggi nilainya. Saya sepakat seperti saudara-saudara saya di FBR ini bahwa tidak ada gara-gara sodaqoh membuat kita jadi miskin,” tukasnya disamping Koko Komarudin Wakil Ketua FBR Korwil Tangsel.

Tampak di lokasi puluhan anak yatim duafa terlihat bahagia mendapat bingkisan dan uang dalam amplop diiringi lantunan Sholawat Nariyah. (sg)