Mengetuk Simpatik Pemkot, Rumah Warga Kampung Sengkol Tangsel Hampir Ambruk

Megapolitan141 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Fenomena tanah bergerak membuat rumah Nenek Maryani (65) rusak parah hampir ambruk. Retakan-retakan besar terlihat di sepanjang dinding rumah, bahkan bagian atap nyaris saja ambruk jika tak ditambal sulam dengan penyangga.

Rumah Nenek Maryani terletak di Kampung Sengkol, RT05 RW02, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Dia tinggal di sana bersama 2 anak perempuan dan 3 orang cucunya. Suaminya telah tiada sejak 2008 silam.

Tempat tinggal Nenek Maryani memang berada tak jauh dari tebing yang rentan longsor. Kontur hingga kemiringan permukaan tanah di sana bisa menyebabkan tanah bergerak manakala ada tekanan air hujan yang cukup deras.

“Rumah ini pada retak-retak, atapnya juga udah mau ambruk, katanya karena tanah bergerak. Udah hampir 10-an tahun lalu begini. Nanti kalau ada kejadian, baru dibenerin lagi, nanti retak-retak lagi,” tuturnya ditemui, Senin (22/05/23) malam.

Retakan besar nampak melintang di berbagai sudut dinding rumah sederhana itu. Bahkan, di permukaan lantai bagian belakang terdapat sejumlah retakan.

“Sekarang sebenarnya tinggal nunggu rubuhnya aja, udah begini bisa lihat sendiri,” imbuhnya.

Upaya perbaikan tak banyak dilakukan Nenek Maryani, sebab tulang punggung keluarga hanya bertumpu pada anak perempuannya yang bekerja di salah satu konveksi. Belum lagi, cucu-cucu nya masih bersekolah hingga memerlukan biaya tambahan.

“Kalau saya setiap hari di rumah, ngurus cucu. Cuma anak saya aja yang kerja,” ucapnya.

Dia menyebut, pernah menerima bantuan program bedah rumah beberapa tahun lalu. Kala itu, Nenek Maryani menerima uang sebesar sekira Rp15 juta untuk program perbaikan tersebut.

“Dulu pernah ada program bedah rumah, terus dikasih Rp15 juta buat benerin rumah. Tapi ya rusak lagi-rusak lagi, dindingnya retak, atapnya miring. Kita sebenarnya mau pindah, cuma nggak tahu masih bingung. Karena kalau disini kan memang rumah sendiri, terus kalau ngontrak kan butuh biaya lagi,” ungkapnya.

Beberapa pegawai dari instansi pemerintahan sempat beberapa kali mendatangi kediamannya untuk mengambil foto dan dokumentasi. Namun hingga kini, bantuan yang dijanjikan belum juga diterima.

“Pernah waktu itu dari kelurahan, kecamatan, datang, tapi ya cuma foto-foto sama minta data aja,” keluhnya.