Pendapatan Pajak Tahun 2022 di Tangsel Lampaui Target, BPHTB Tertinggi

Megapolitan243 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Memasuki penghujung tahun 2022, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tembus mencapai 115 persen melampaui target. Dari 9 mata pajak yang ada, pendapatan tertinggi berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Realisasi pendapatan pajak hingga tanggal 26 Desember 2022 mencapai Rp1,781 triliun atau meningkat lebih tinggi dari total target Rp1,538 triliun. Jumlah itu akan terus bertambah, mengingat masih ada beberapa hari ke depan sebelum pergantian tahun.

“Ini terdiri dari capaian 9 mata pajak, yakni pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, PPG, pajak parkir, pajak air tanah, PBB dan BPHTB,” tutur Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel, Rahayu Sayekti, Rabu (28/12/22).

Dari kesembilan mata pajak itu, rata-rata telah melampaui target. Meskipun ada pula beberapa yang kini capaiannya masih di bawah 100 persen seperti pajak reklame dan pajak air tanah. Namun Ayu optimis, hingga beberapa hari ke depan semua mata pajak akan mencapai target.

“Masih ada yang di bawah 100 persen tapi sudah di atas angka 98 persen, yakni pajak reklame dan air tanah. Kita optimis mudah-mudahan dari semua mata pajak tersebut capaiannya bisa 100 persen,” katanya.

BPHTB sendiri memberi pendapatan terbesar, tercatat hingga tanggal 26 Desember realisasinya mencapai Rp634 miliar dari target sebesar Rp503 miliar. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu yang juga melebihi target, di mana realisasinya mencapai Rp577 miliar dari target Rp430 miliar.

“Paling tinggi realisasinya di BPHTB, dari target Rp503 miliar realisasinya Rp 634 miliar atau sebesar sekitar 126 persen,” ucapnya.

Jumlah pendapatan yang melampaui target itu dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya adalah membaiknya kondisi pertumbuhan ekonomi serta program keringanan pembayaran pajak yang dikeluarkan pemerintah.

“Kalau di tahun lalu itu kan mungkin Covid masih tinggi, sekarang kan sudah melandai walaupun badai Covid Omicron masih sempat kita rasakan. Terus yang kedua, tingkat daya beli masyarakat sudah membaik, perekonomian sekarang juga sudah tumbuh membaik, terus kalau untuk PBB dan BPHTB dipengaruhi adanya program dari Pak Wali Kota yakni relaksasi pajak pemberian diskon,” tandasnya.(*)