Tembok Menjadi 2 Lapis, Warga Gang Besan Rawa Buntu Serpong Mengeluh Ke Polisi RW

Megapolitan754 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Tembok yang menutup akses masuk Gang Besan di Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), kini tembok menjadi dua (2)lapis dan mulau dipasangi kawat tajam.

Pantauan di lokasi, Senin (27/03/2023), sejumlah pekerja memasang tiang besi di bagian atas tembok, lalu mengaitkan 4 garis kawat tajam yang menjulur panjang hingga ke sisi tembok belakang.

Tak hanya kawat tajam, pihak pengusaha juga membangun pelapis tembok beton baru yang ketinggiannya bertambah menjadi 3 meter. Kiji ada 2 lapis tembok yang menutup akses Gang Besan.

Warga Gang Besan pun kecewa berat dan menganggap penambahan tembok serta kawat tajam sebagai bentuk arogansi. Pihak pengusaha disebut tak mengindahkan arahan mediasi yang disampaikan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ikhsan belum lama ini.

“Padahal warga kemarin sempat agak lega dan sedikit punya harapan setelah pernyataan dari Pak Wakil Wali Kota,” kata Fahri, salah satu warga Gang Besan.

Warga memertanyakan wacana mediasi yang dilontarkan pemerintah beberapa waktu lalu, di mana camat dan lurah telah diminta turun ke bawah memertemukan warga dengan pihak pengusaha guna mencari solusi terbaik.

“Kemarin menjelang awal puasa katanya mau ada wacana mediasi antara pengusaha, warga Gang Besan, camat dan Lurah Rawa Buntu sesuai arahan dari Pak Wakil Wali Kota. Tapi sudah 2 pekan belum ada kelanjutannya, malah pagar betonnya sekarang ditinggikan, didobel dan dikasih kawat duri,” keluhnya.

Polisi RW yang ditugaskan, Iptu Rahmat Gunawan, sempat turun mengecek pembangunan tembok beton pelapis dan kawat tajam di lokasi. Beberapa warga nampak turut mendampingi.

“Warga yang tadinya sudah tenang, jadi resah kembali. Kami sebagai Polisi RW akan membantu menyampaikan ke pimpinan terkait aspirasi warga atas hal ini,” tuturnya.

Menurut Rahmat, seharusnya pihak pengusaha menahan diri tak mengerjakan apapun di akses tembok tersebut. Apalagi kasus ini, kata dia, masih dalam penyelidikan kepolisian.

“Karena ini masih dalam penyelidikan, harusnya tidak melakukan apapun dulu,” tandasnya.(bli/sg)