Beberapa Rumah Warga di Ciputat ini Tanahnya Longsor Akibat Digali Proyek Perumahan, Amdal?

Peristiwa238 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Pemandangan bambu-bambu ditancapkan untuk menahan longsor terlihat disekitar beberapa rumah warga Jalan Sukamulya RT04 RW07 Serua Indah Ciputat,Tangerang Selatan (Tangsel).

Sebelumnya didapat informasi, bahwa beberapa rumah disana terancam ambles karena adanya getaran alat berat proyek saat menggali tanah untuk pembangunan perluasan  Perumahan GKA.

Kesaksian W, inisial nama salah satu warga RT 03 RW 07 menceritakan, bahwa lusa sebelumya  ada insiden kepanikan para pekerja proyek yang  sempat berlarian tatkala alat beko melakukan penggalian tanah.

“Dua harian kemarin ya, kan ngga hujan, pas tanah lagi dikeduk itu, tiba-tiba bruk, semua pekerja pada lari menghindar,” ungkap W.

Dalam pantauan dilokasi, ada seunit beko sedang dioperasikan melakukan penggalian tanah berbukit, sementara belasan pekerja tak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) disisi seberang  saluran sungai buatan mengerjakan bagiannya masing-masing. Pun lereng-lereng tebing tanah rumah warga terletak belasan meter diatas proyek itu sebagian besar belum dibuat turap agar tidak terjadi longsor maupun pergeseran tanah. Terpantau anak-anak bermain turun kebawah tanpa memikirkan bahaya  apabila tergelincir dan terjebur ke parit buatan.

Jasiyem, Janda Lansia warga RT 04 RW 07 disana, harus berulang kali berteriak diatas, saat cucunya bersama teman-temannya bermain tanpa memikirkan keselamatan kala menyusur parit yang dalam.

Jasiyem lansia asal Yogyakarta ini menceritakan, tidak disadari bila pondasi bangunan ruangan belakang rumahnya sudah tergerus perlahan akibat pergerakan tanah dampak proyek pengembang.

“Saya tidak mendengar dan tidak tahu kalau pondasinya sudah bolong bawahnya yang di luar itu, Jumat (26/1/2024)

Dirinya mengira hanya rumah tetangganya yang parah longsornya. “Saya kira rumah Pak Tukiman saja yang gandeng rapat rumah saya yang bata temboknya berjatuhan berantakan,” ucapnya.

Ia tak merasa ada gerakan tanah saat didalam runah “Mungkin karena baru 2 hari ya  (kejadian bangunan rumahnya mulai bolong terkikis tanahnya).

Sayangnya Pak Tukiman, tetangga Ibu Jasiyem tak ada dirumah saat mau dikonfirmasi. Didapat keterangan tetangga lain,  bahwa yang bersangkutan sementara mengungsi atau mengontrak rumah.

Fenomena tanah dan bangunan ambles beberapa rumah beberapa tahun silam pernah terjadi di wilayah Kampung Koceak Kecamatan Setu. Serupa hampir sama, meski di perkampungan Sukamulya Serua Indah ini skalanya masih dianggap kecil mungkin oleh pelaksana proyek perumahan.Faktanya, titik lokasi tanah yang tergerus ini hanya ditancap bambu seadanya tanpa pita kuning peringatan berbahaya apabila hujan deras melanda di wilayah. (sg)